Jumat | Agustus 11, 2006

Hadist

''Wahai para sahabat-sahabatku, maukah aku beri tahukan kepada kalian suatu bentuk amal yang paling baik, paling diridlai Tuhan kalian, paling tinggi nilainya, paling baik dibanding ketika kalian memberikan emas atau perak kepada orang lain, dan paling baik ketimbang ketika kalian bertemu dengan musuh-musuh kalian dalam perang yang konsekuensinya membunuh atau terbunuh musuh?'' Dengan serentak, para sahabat menjawab, ''Baik ya Rasulullah.'' Setelah diam sebentar, Nabi SAW berkata, ''Dzikrullah (mengingat Allah)''. (HR Ibnu Majah dari Abu al-Darda)
Posted by at 15:18:39 | Permanent Link | Comments (0) |

Rencana Allah Pasti Indah

Ketika masih kecil,aku melihat ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai,melihat ke atas dan bertanya,apa yang ia lakukan.Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain.Tetapi aku bilang padanya,bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang yang ruwet.Ibu dengan tersenyum memandangku dan berkata dengan lembut:

"Anakku,lanjutkanlah saja permainanmu,sementara ibu menyelesaikan sulaman ini.Nanti setelah selesai,kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas."

"Aku heran,mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih,begitu semrawut menurut pandanganku?"Beberapa saat kemudian,aku mendengar suara ibu memanggil,"Anakku,mari ke sini,dan duduklah di pangkuan ibu."

Waktu aku lakukan itu,aku sungguh heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan mentari yang sedang terbit.Sungguh indah sekali.Aku hampir tak percaya melihatnya,karena dari bawah,yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata,"Anakku,dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan,sebuah pola,dan ibu hanya mengikutinya.Sekarang,dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan."

Sering selama bertahun-tahun,aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah,"Allah,apa yang Engkau lakukan?"Ia menjawab:"Aku sedang menyulam kehidupanmu."Dan aku membantah,"Tetapi nampaknya hidup ini ruwet,benang-benangnya banyak yang hitam,mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"

Kemudian Allah menjawab,"Hambaku,kamu teruskan pekerjaanmu,dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu di bumi ini.Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu,dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu."

***

Subhanallah... Beruntunglah orang-orang yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian-kejadian dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu.Amin...
Posted by at 15:02:33 | Permanent Link | Comments (0) |

Hikmah Diharamkannya Daging Babi

Pada dasarnya,seorang muslim adalah selalu mentaati Allah dalam segala yang diperintahkan dan berhenti dari segala yang dilarang-Nya,baik diketahui hikmah perintah atau larangan tersebut ataupun tidak. Allah berfirman:
وما كان لمؤمن ولا مؤمنة إذا قضى الله ورسوله أمراً أن يكون لهم الخيرة من أمرهم

Dan tidak selayaknya,seorang mu'min dan mu'minah,apabila Allah I dan rasul-Nya sudah menetapkan satu hokum terhadap urusan mereka,lalu mereka diperbolehkan memilih keputusan sendiri.

Dan dalam hikmah pengharaman babi, Dr. Abdul Fattah Idris, dosen Fiqh Perbandingan di Univ.Al-Azhar Mesir,mengatakan:
Islam mengharamkan mengharamkan manusia dari memakan daging babi dalam firman-Nya:
قل لا أجد في ما أوحي إليّ محرما على طاعم يطعمه إلاّ أن يكون ميتة أو دما مسفوحا أو لحم خنزير فإنه رجس أو فسقا أهل لغير الله به فمن اضطر غير باغ ولا عاد فإن ربّك غفور رحيم (الأنعام 145)

Katakanlah,"Tidak aku temukan dalam wahyu yang diturunkan kepadaku,sesuatu yang haram untuk memakannya,kecuali bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi,sebab semua itu adalah nista (kotor) atau binatang yang disembelih untuk selain Allah I; maka barangsiapa karena keadaan terpaksa dengan tidak menginginkannya lagi tidak melampaui batas,maka sesungguhnya Rabb-mu Maha pengampun lagi Maha penyayang." (Q.S. Al-An'aam: 145)
Dan dalam ayat yang lain, Allah I berfirman:
حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير

Diharamkan atas kalian adalah bangkai,darah,dan daging babi.
Secara tekstual,dua ayat di atas menerangkan akan haram-nya memakan daging babi,bahkan para ulama menyatakan haram memakan seluruh bagian dari binatang babi,walaupun bukan daging.Dan disebutkannya kata "daging" dalam ayat di atas hanyalah karena memang mayoritas maksudnya adalah daging jika dimakan.

Oleh karena itu, Imam Nawawi dan Imam Ibn Qudamah Al-Maqdisi menyatakan ijma' (kesepakatan ulama) tentang haramnya memakan satu bagian tertentu dari binatang babi (walaupun bukan dagingnya).

Imam Ibn Hazm mengatakan,"Sepakat seluruh ulama tentang keharaman memakannya, maka tidak halal seseorang memakan satu bagian tertentu dari babi, baik daging,lemak,urat,tulang, otak,atau pun yang lainnya."

Apabila memang demikian syari'at sudah menjelaskan alasan keharaman babi, yaitu "nista" atau kotor, yaitu najis. Dan najis, haru sdijauhioleh setiap muslim. Dan ternyata bukan hanya nista atau kotor atau najis saja, bahkan ia adalah jelek dan banyaknya kandungan kejelekan atau sesuatu yang berbahaya yang mungkin bias mencapai batas "mematikan" bagi orang yang memakannya.

Sejumlah penelitian medis ilmiah telah menetapkan bahwa babi, dibandingkan semua jenis daging hewan yang ada, termasuk daging yang banyak mengandung bahan berbahaya bagi tubuh manusia. Diantara penyakit yang muncul karena memakan babi adalah sebagaiberikut:
1. Penyakit hewan parasit. Diantaranya adalah berkembangnya cacing spiral, termasuk golongan cacing yang paling berbahaya bagi manusia. Semua daging babi pasti mengandung cacing ini. Biasanya cacing ini terkumpul di dalam otot-otot. Maka orang yang memakan daging babi, maka bisa menyebabkan sakit yang sangat, juga menyerang batas diafragma sehingga bisa menyebabkan nafas terhenti, kemudian mati. Dan cacing pita yang panjangnya bisa mencapai 10 kaki, bisa menyebabkan kejang-kejang perut dan darah rendah, juga bisa menyebabkan adanya cacing di otak orang yang memakan daging, hati, paru-paru, jerohan, dan lain-lainnya. Cacing Scars, bisa menyebabkan dis-fungsi paru-paru dan komplikasi saluran pencernaan. Cacing Engcalostoma, Balharesia, Dosentaria bisa menyebabkan leukimia, pendarahan, dan penyakit lainnya yang bisa menyebabkan kematian. Dan cacing jenis lainnya yang ada di dalam babi yang jumlahnya lebih dari 30 jenis dan bervariasi tingkat bahayanya.
2. Penyakit dari bakteri, seperti TB (Tuberculoses), Cholera Tivudiah, Pharatefouid, demam tinggi yang cepat, dan lain-lain;
3. Penyakit dari virus, seperti penyakit dis-fungsi syaraf, dis-fungsi otot jantung (qalbu), influenza, dis-fungsi mulut sapi, dan lain-lain;
4. Penyakit dari mikroba, seperti mikroba Tacsoplasma guwandi, yang bisa menyebabkan panas demam tinggi dan badan melemah, membesarnya hati dan limpa, dis-fungsi paru-paru, otot jantung, dis-fungsi syaraf yang terkait dengan pandangan dan penglihatan;
5. Penyakit-penyakit yang berkembang dari susunan biologis daging dan lemak babi., seperti penambahan persentase cairan bolic pada darah, karena daging babi tidak mengeluarkan cairanbolic kecuali 2%, dan sisanya menjadi seperti daging babi. Oleh karena itu, orang yang memakan daging babi, dikhawatirkan akan terjangkit penyakit nyeri persendian.

Ditambah lagi, babi mengandung minyak lecithin (minyak babi) yang sangat berbeda dengan hewan lainnya. Oleh karena itu, orang yang memakan daging babi mengandung lecithin jenis ini dan kelebihan kolesterol dalam darah mereka, sehingga menambah kemungkinan terkena penyakit kanker, jantung, pendarahan dada, yang semuanya bisa menyebabkan kematian secara mendadak.

Hal-hal ini sampai terjadi perut susah mencerna karena daging babi di perut sekitar 4 jam sampai sempurna bisa dicerna, berbeda dengan daging lain. Juga bisa menyebabkan bertambahnya kegemukan, merasa sesak dan menyebabkan lemahnya ingatan.
Mudharat yang demikian dan lainnya yang sampai kini belum diketahui lagi, merupakan bukti bahwa pembuat syari'at yang maha bijak tidak mengharamkan memakan babi kecuali karena adanya hikmah yang agung, yaitu menjaga jiwa. Dan menjaga jiwa merupakan satu dari lima pokok hal, dalam syariat yang mulia, yang harus dijaga. Wallahu a'laam

Source www.alsofwah.or.id
Posted by at 14:57:39 | Permanent Link | Comments (0) |

Petikan Al Qur'an

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui."
(Q.S. Al Ankabut 29: 64)
Posted by at 10:14:21 | Permanent Link | Comments (0) |

Pelajarilah Alam Semesta

“Allah SWT. mengharuskan kalian meneliti (menalar) alam semesta dan sebab terjadinya, akan tetapi Allah tidak mengizinkan kalian berhenti karena mengetahui benda-benda alam semesta itu saja. Karena Allah SWT telah berfirman (dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 101): “Telitilah olehmu apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi.” Dengan keadan itu Allah akan membuka pikiranmu, karena Allah tidak mengajarkan: “Pandanglah lapisan langit itu, supaya tidak menunjukkan kepadamu wujudnya benda-benda itu.”

Allah SWT memerintahkan agar manusia memperhatikan dan meneliti kejadian langit dan bumi serta semua yang ada didalamnya. Memikirtkan ciptaan Allah, akan tetapi bukan zat Allah SWT. Karena yang dapat dipikirkan dan dapat diteliti adalah semua ciptaan Allah saja. Ciptaan itu sendiri adalah benda alam (makhluk Allah). Jadi bukan karena benda tersebut manusia memperhatikan, memikirkan, menelitinya, akan tetapi kesemuanya adalah ciptaan Allah. Kebesaran dan keperkasaan Allah, yang telah menjadikan semua yang ada dilangit dan dibumi, memberi manfaat bagi dunia dan manusia.

Allah telah membolehkan manusia meneliti dengan nalar yang dalam dan jauh, manfaat yang dapat diambil dari semua yang diciptakan Allah baik di langit maupun di bumi. Sebab setiap ciptaan Allah, bukan tidak ada artinya. Allah menciptakan semua benda yang ada dialam, ini semuanya mempunyai arti yang luas bagi kehidupan manusia sekarang dan masa depan.

Dengan memikirkan semua ciptaan Allah itu kelak akan memberikan kepada manusia kekuatan iman dan kemampuan untuk menganalisa dan meneliti segala yang akan memberi manfaat bagi manusia didunia. Demikian juga tetap berkeyakinan bahwa semua yang maujud itu adalah ciptaan Allah semata.

Allah SWT memerintahkan agar hambaNya memperhatikan ciptaan Allah yang dimaksud supaya para hamba menjadikan alam seisinya ini sebagai wasilah (perantara) untuk mengenal Allah dan memperkokoh imannya. Allah SWT telah menampakkan wujudNya melalui ciptaanNya. Oleh karena itu, manusia jangan menyia-nyiakan ciptaanAllah untuk emmahami bahkan menelitinya dalam bentuk-bentuk tertentu. Allah SWT telah menciptakan alam ini untuk manusia, bukan hanya sekedar ciptaan yang tidak ada artinya. Ciptaan Allah yang dahsyat itu harus diselidiki terus menerus hingga manusia paham yang tersembunyi di balik yang dilihatnya sendiri. Karena kelak manusia akan tahu dibalik yang nampak itu akan lahir kehidupan yang sangat bermanfaat bagi manusia dan anak turunannya sepanjang hidup di dunia ini.

Allah SWT mengisyaratkan pengertian ini dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 101. “Perhatikanlah (dengan teliti) apa yang ada di langit dan ada di bumi...”

Ayat ini membuka pintu pemahaman bagi manusia, apa yang dimaksud oleh Allah SWT dengan kalimat, “UNZURUS SAMAWATI” (perhatikanlah dengan teliti) atau pelajari dan analisalah semua yang ada di langit dan di bumi.

Walau pun demikian Allah SWT mengingatkan pula, agar manusia tidak terpaku dengan apa yang ia lihat, tidak terpengaruh oleh penglihatan, tidak terkesima oleh keindahan. Sebab semuanya itu adalah ciptaan dari Yang Maha Pencipta. Manusia wajib mengembalikan semua yang ia lihat, semua yang ia tahu, semua yang ia selidiki, semua yang ia temui kepada Allah dan Al-Khaliq Pencipta Alam Semsta.

Segala sesuatu yang nampak di mata insan yang berada dilangit dan dibumi dikembalikan kepada Allah. Apabila ditemukan manfaatnya bagi kesejahteraan manusia itu pun adalah karena kasih sayang dan rahmat Allah untuk manusia. Semuanya dikembalikan kepada Allah, diikuti dengan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga.

Isyarat dan peringatan Allah dijelaskan dalam surat Ali Imran ayat 190, “Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, bagi orang yang mempergunakan akalnya.”[]

die *Mutu Manikan Dari Kitab Al-Hikam*
Syekh Ahmad Ataillah
Posted by at 10:11:43 | Permanent Link | Comments (0) |